Recents in Beach

Transcending The Nine Heavens — Chapter 1 (part 1) Bahasa Indonesia

Jika ada kehidupan selanjutnya, kita akan menari di bawah langit.


Nine Heavens. Di antara lautan awan. Panggung Angin dan Petir. Satu bagian langit.

Di sini adalah Benua dari Nine Heavens. Three Higher Heavens. Tempat yang sangat berbahaya, Panggung Angin dan Petir.

Sementara itu, seseorang dapat mencapai angin dan petir, dan satu bagian langit saja untuk bisa keluar!

Dan saat ini, tidak ada apapun kecuali angin buruk dan kabut yang menyengsarakan di Panggung Angin dan Petir!

“Chu Yang, serahkan Nine Tribulations Sword! Dan kami akan membiarkanmu tetap hidup!”

“Chu Yang, kau sudah di ambang kematian, serahkan saja Nine Tribulations Sword. Aku dan yang lainnya akan meninggalkan mayatmu seutuhnya!”

“Chu Yang, Nine Tribulations Sword, benda dewa peringkat pertama di bawah langit, hanya sia-sia saja di tanganmu. Sudah berapa tahun kau tidak menunjukkan peningkatan? Benda surgawi itu sungguh sia-sia ada padamu! Jadi, serahkan saja.”

Teriakan keributan datang dari segala arah.

Di tengah Panggung Angin dan Petir ada batu besar yang sedikit menonjol. Di atas batu itu, Chu Yang mengenakan baju hitam. Seluruh tubuhnya bermandikan darah, dan rambutnya berantakan dengan bebasnya. Tetapi, wajahnya tampak tak peduli, dan matanya tetap tenang seperti sebuah batu! — Tegak dan lurus seperti tombak!

Serupa dengan pedang di tangannya, ia penuh dengan niat yang tak goyah!

Walaupun ia sudah terluka parah!

Di bawah kakinya, dengan radius beberapa ratus zhang, di sana tak terhitung jumlahnya organ tubuh yang berlumuran darah.
(1 zhang = 3,3 meter)

Ia melihat ke kelompok ahli yang mengelilingi hanya berteriak, tapi tidak mau maju menyerang. Wajah Chu Yang memperlihatkan senyum sinis, penuh dengan keangkuhan dan penghinaan!

Menghadapi kumpulan para ahli, walaupun ia dikeliling sepenuhnya tanpa jalan keluar, keangkuhannya terus menjulang!

Semua orang-orang ini sadar akan situasinya. Mereka tahu kalau ia sudah di batas akhir, tapi tak ada yang berani mendekat. Ketika menghadapi serangan yang dapat memusnahkan mereka berdua, tak ada yang mau untuk menjadi kambing hitam. Mereka hanya dapat berharap seseorang maju menyerang dengan membabi buta, tapi tak ada satupun yang bodoh mau melakukannya. Itulah kenapa, saat ini, mereka tanpa sadar berhenti menyerang dan diam saja di tempat.

Orang-orang seperti ini, dengan mental seperti ini, bahkan jika level martial cultivation mereka lebih tinggi, dan jumlah mereka bertambah; bahkan jika mereka dapat membunuhku sepuluh ribu kalipun, mereka juga tidak pantas menjadi musuhku!

Chu Yang terus saja tersenyum sinis, kemudian pelan-pelan duduk. Ekspresi mukanya tetap tak berubah, dan mulutnya tetap diam. Tetapi, malah pikirannya yang penuh dengan keraguan.

Bagaimana masalah tentang Nine Tribulations Sword yang ia miliki terbongkar?

Ia yakin sudah menyelidiki dari total tiga tahun, sebelum memastikan ada pecahan dari Nine Tribulation Sword di Panggung Angin dan Petir yang berada di Three Higher Heavens. Setelah melalui kesulitan yang tak terhitung jumlahnya, ia akhirnya menemukan kesempatan dan mengambil resiko yang hanya satu dalam sepuluh kali kesempatan untuk bertahan hidup sampai ke Three Higher Heavens. Tetapi, kenapa ia sampai menghadapi penyergapan besar-besaran saat baru sampai di sana?

Pada hari itu, baru hari kelima sejak ia masuk ke Three Higher Heavens! Setelah itu, ia langsung menghadapi penyergapan di saat ketika dia baru menemukan Panggung Angin dan Petir!

Pada hari itu juga, hasil yang di dapat hanyalah kematian!

Ia sangat terkenal untuk menyembunyikan keberadaannya, jadi siapa yang tahu tentang rencananya?

Ia terus maju menyerang lebih dari sepuluh kali, tapi ia selalu dihadang dan didorong setiap kali mencoba! Sementara itu, semua tempat yang di coba selalu buntu! Menurut logika, tidak ada alasan yang benar-benar bisa membuatnya tidak mampu mencari jalan keluar!

Siapa yang mengerti kebiasaannya sampai sejauh ini? Siapa musuh rahasianya?

Pertanyaan itu membingungkan Chu Yang dalam waktu yang lama.

Pedang dari Nine Tribulations Sword bercahaya dan memantulkan sinar cahaya matahari dari langit di atas, melukiskan pelangi di tengah-tengah udara. Semua yang menyaksikan kejadian itu membuat hasrat mereka membara, dan tidak dapat menunggu lagi saat benda dewa tersebut berada ditangan mereka.

Benda Dewa Kuno Terkuat! Sebuah benda dewa dengan peringkat pertama di Benua Nine Heavens!

Siapapun yang mendapatkan Nine Tribulations Sword akan tak terkalahkan di bawah Langit! Hal seperti ‘Menjadi tak terkalahkan dibawah Langit’ adalah rahasia besar yang ada pada Nine Tribulations Sword! Menurut legenda, kekuatan Nine Tribulation Sword tidak hanya sebatas itu.

Nine Tribulations dari Nine Heavens, satu pedang yang dapat menghancurkan dunia; Kekuasaan Tertinggi selama ribuan musim gugur sampai selamanya, melebihi Langit Nine Heavens itu sendiri!

Itu hanyalah satu kalimat yang telah di turunkan sepanjang dunia mengenai Nine Tribulations Sword. Asal-usulnya sudah tidak dapat di temukan. Nine Tribulations Sword hanya selalu menjadi legenda. Tidak ada yang menyangka Nine Tribulations Sword akan muncul suatu hari nanti di depan mata mereka.
…………………………
Chu Yang hanya merasa ragu tentang Nine Tribulations Sword. Benar, kalau ia mendapatkan Nine Tribulation Sword. Dan setelah itu, langkah demi langkah, ia telah menemukan lima pecahan pedang itu. Tetapi, kekecewaannya, ia juga menemukan bahwa kekuatan dari Nine Tribulations Sword juga tidak sehebat yang ia bayangkan! Dan juga, selalu ada celah yang jelas antara ia dan Nine tribulations Sword. Bagaimanapun ia sudah menumpahkan darah segar padanya, atau berapa banyak pun ia mencoba menggunakan perasaan tulusnya, tidak ada sama sekali efek yang berpengaruh, Kenapa?

Kenapa? Kenapa?!

Ia menaruh segala emosinya sampai pada puncak tertinggi pedang! Ia telah memusnahkan emosinya yang lain dan mendalaminya pada pedang, lalu dari Way of the Sword terus mendalami Way of Martial Arts, dan dari Way of Martial Arts terus sampai mencapai Way of the Heavens. Harga yang harus dibayarnya adalah kehidupannya yang sepi (jomblo), dan hidup yang ia tuju penuh dengan pembunuhan sebagai kepercayaan jalan hidup. Sayangnya, sampai akhir, ia masih belum menjadi master Nine Tribulations Sword, dan oleh karena itu ia tidak bisa menguasai ilmu Art of of The Nine Heavens!!

Apa pilihan yang dibuatnya salah? Atau jalannya yang salah? Atau mungkin...... ia kekurangan emosi yang dapat memuaskan Nine Tribulations Sword?

Emotionless swordsman, ahli pedang tanpa emosi, jika seorang swordsman tak memiliki emosi, bagaimana bisa ia menjadi seorang swordsman? The Way of the Sword, the Way of Martial Arts, the Way of the Heavens, pada akhirnya semua itu punya kekurangan emosi...... Tetapi, kenapa emosinya tergoyahkan saat berada di antara hidup dan mati?

Nine Tribulations Sword, ah, Nine Tribulatios Sword, apa sebenarnya rahasiamu?!

Melihat seluruh pandangan mata ketamakan terhadap Nine Tribulations Sword, Chu Yang diam-diam tertawa pahit. Kalian semua hanya tahu tentang mendapatkan Nine Tribulations Sword ini yang akan membuat kalian tak terkalahkan dibawah Langit, tapi apa kalian semua tahu berapa banyak yang telah aku korbankan untuk Nine Tribulations Sword ini?

Aku sudah tidak punya apapun lagi.

Bentuk seseorang dengan pakaian merah dan lemah-gemulai tampak sekilas terbayang di pikirannya, dan menjadi jelas dan lebih jelas lagi. Perlahan, sepasang lengan baju merah terangkat ringan dan berayun. Dari suatu tempat, iringan musik terdengar mulai bermain, sementara itu tampak seseorang dengan lentur dan lemah-gemulai perlahan mulai menari di tengah-tengah keadaan sekitar yang seperti mimpi......

Perhatian mata Chu Yang tiba-tiba menjadi jauh dengan perasaan kehilangan, penuh dengan kesedihan......

Darah segar mengalir, dan Chu Yang dengan jelas merasa nyawanya mulai cepat menghilang. Ia yang mengejar Martial Arts selama hidupnya. Menjalani hubungan, memutuskan hubungan, keluar dari hubungan dan menghancurkan emosinya setelah menjadi tanpa emosi. Pada saat ini, ketika sudah di ambang kematian, ia yang tadinya merasa penyesalannya hanyalah karena ia tidak dapat mencapai level martial domain dari puncak yang selama ini ia kejar dalam hidupnya. Tetapi ia tidak menyangka, saat ini, di titik terakhir, bentuk seseorang yang ia kira telah lama ia lupakan, malah muncul di dalam alam bawah sadarnya.

Ah, bentuk seseorang yang indah dengan pakain merah elegan dan berikibar-kibar, berbalik badan dengan bentuk tubuhnya...... semuanya tampak menakjubkan. Tampak ringan, cekatan dan lemah-gemulai; pikirannya pun mulai bernyanyi dan menari. Setiap kali seseorang itu berbalik badan melihatnya, tatapannya penuh gairah seperti dalamnya lautan.

Mo Qing Wu, perempuan yang membuat Chu Yang menjalin hubungan sekaligus memutuskan hubungan itu!

“Jadi, aku tidak benar-benar memutuskan hubungan itu......” Chu Yang berbisik pada dirinya sendiri, di ujung mulutnya menampakkan senyum yang mencela dirinya sendiri.

Di dalam pikirannya, sebuah gambaran penyesalan mulai menyebar. Seperti asap, dengan cepat menelan seluruh jiwanya.

Pada saat itu juga, ia tak dapat lagi mengontrol pikirannya dan ia sendiri pun tidak mau mengontrolnya......

Qing Wu! Jika sekarang aku menuju ke alam baka, apakah aku bisa berjumpa denganmu?

Qng Wu, apa kau tahu, ketika aku awalnya berlatih Three Tribulations of Emotional Desctruction Slahs untuk meninggalkanmu, berapa banyak hal yang aku sesali...... pikiran Chu Yang penuh dengan rasa penyesalan akibat kehilangan......

“Semuanya serang bersama-sama! Tebas dia sampai habis! Untuk Nine Tribulations Sword, itu masih belum terlambat untuk kita negosiasikan nanti!” Seseorang berteriak. “Kalau tidak, jika ia diberi waktu untuk memulihkan diri, itu akan menjadi giliran kita yang akan rugi besar!”

Dari sekeliling kepungan, banyak orang berteriak setuju, kemudian dengan cepat mengangkat pedang dan saber mereka satu persatu, dan bergerak menuju Chu Yang yang saat itu sudah terkepung.

Chu Yang tetap duduk tak sadarkan diri, tak bergerak, tatapan matanya tampak melihat ke suatu tempat di depannya. Seakan-akan dalammnya perasaan suram yang tak pernaah berubah sejak dahulu kala, helaian rambut yang ternoda oleh darah mengapung di depan dahinya......

Tarian seseorang yang berada di alam bawah sadarnya menjadi lebih kuat dan sudah menjadi kumpulan bayangan merah, tak terbatas, tapi sebaliknya menenun langit dengan sutera merah yang tak terbatas. Pada saat yang sama, suara yang lemah-gemulai dan suram perlahan mulai bernyanyi di tengah-tengah bayangan merah.....

“Seumur hidup bukanlah tarian lembut,

Sebuah tarian kepahitan seumur hidup,

Aku akan menari untukmu seumur hidup,

Pahit atau tidak aku akan menari seumur hidup!”
……

Itu adalah ikrar dari cintanya, sedikit puisi yang dibuat oleh Mo Qing Wu. Ia masih bisa mengingat kejadian dimana Mo Qing Wu mengeluarkan air matanya, tatapan matanya yang penuh dengan kesedihan dan kekesalan. Dia..... sudah lama tahu kalau ia telah menggunakan emosinya untuk melatih martial skillnya. Bagaimanapun itu, seperti ngengat yang tertarik api, dia malah melemparkan dirinya dalam genggamannya dan membiarkan ia membakarnya sampai puas!
(biar beda, di sini he = ia dan she = dia)

Ah, gadis ini mempunya hati dan jiwa yang murni...... Saat Chu Yang memikirkan tentang dia, hatinya tak dapat membantu dan hanya merasakan kepahitan. Di ambang batas kehidupannya, jika saja ia tahu berharganya perasaan tulus itu...... tapi untuknya, ia tak bisa lagi kembali......

Ia masih mengingat, pada saat terakhir ketika Mo Qing Wu ditolak olehnya. Dengan hati yang terluka dan jiwa yang retak. Di saat pikirannya bimbang karena keresahan, dia di serang saat perjalanan pulang ke rumahnya; dan gadis yang cantiknya tiada tara itupun akhirnya meninggal seperti wangi yang perlahan menghilang.

Ketika ia menerima kabar itu, ia langsung buru-buru datang; tetapi tetap saja ia gagal pada akhirnya. Walaupun ia kemudian membunuh semua keluarga dari orang yang mencelakan Mo Qing Wu, tak menyisakan bahkan sampai sembilan keturunan dari clan pengecut dan bajingan itu, gadis cantik itu tetap takkan kembali hidup!

Pada saat sebelum dia meninggal, gadis cantik yang tiada taranya itu dengan lembut berbaring di genggamannya. Dia berkata “Chu Yang, jika ada kehidupan selanjutnya...... jika aku bertemu denganmu sekali lagi, aku berharap kau memperhatikanku lebih baik lagi. Aku lebih menarik daripada sebuah pedang!”

“Chu Yan, bisa mati saat berada di genggamanmu, aku sangat puas...... “Itu adalah kata-kata terakhir dari Mo Qing Wu......

Qing Wu, kau tidaklah puas, kau punya penyesalan. Jika tidak, kenapa kau mengeluarkan air mata di sudut matamu? Di Wajah yang gadis cantik yang menghembuskan nafas terakhirnya, dua tetes air mata tiba-tiba terjatuh...... Dia memaksakan diri tersenyum saat akhir kematiannya, takut ia akan tersakiti...... betapa menyedikannya.....

Dua tetes air mata yang berkilau itu malah membuat suasana hatinya menjadi hancur dan berkeping-keping! Dan kemudian hatinya pun di selimuti debu!

Mengapung ringan seperti sebuah mimpi,

Iblis menari di lautan darah dan gunung tulang-belulang;

Seorang pria tidak akan ragu berperang dalam jarak ribuan Li,

Bersama selamanya sepanjang Hidup dan Mati sampai ke Langit Tertinggi!
(1 Li = 500 Meter)

Itu adalah puisi khusus yang dibuat oleh Xui Lei Han, sarjana berbakat peringkat pertama di bawah Langit; Jawaban Mo Qing Wu atas perasaannya yang dalam terhadap Chu Yang.

Saat itu, Qing Wu, kau sudah sampai di Highest Heaven, sedangkan aku masih tetap di Mortal Realm...... tapi sebentar lagi aku akan bersamamu selamanya sepanjang Kehidupan dan Kematian...... sepanjang turun-temurun!

Chu Yang yang tersesat dalam pikirannya; yang biasanya dingin dan keras, di ujung bibirnya memperlihatkan tanda hangat dan lembut dalam senyuman tragisnya. Rambut yang telah ternoda oleh darah mulai mengembang di antara angin.....

Qing Wu, tunggulah aku!

Qing Wu, apa kau tahu, jika ada kehidupan selanjutnya, aku lebih baik tidak berlatih Way of the Sword, lebih baik tidak berada di puncak, lebih baik tidak membalas dendam dan lebih baik bersamamu! Di dunia ini, apa ada yang lebih berharga dari senyuman bahagiamu? Tidak!

Tarian lemah-lembut dan lagunya yang bermain di alam bawah sadarnya meningkat jauh, dan suara Mo Qing Wu juga mulai terdengar meningkat sejenak. “Aku akan menari untukmu di kehidupan ini...... aku akan menari untukmu sepanjang generasi...... bahkan jika hatiku bengkok ribuan kali, tak akan pernah berubah...... bahkan jika aku akan mati puluhan ribu kalipun, ak tak akan merasa sakit...... takkan merasa sakit......”

*Wush* sebuah pedang emas membelah angin dan datang ke arahnya dari depan. Sementar masih dalam keadaan tak sadarkan diri, Chu Yang menghadang begitu saja dengan pedangnya. Pikirannya masih sedang mendengarkan suara Mo Qing Wu dari entah dimana...... Hidup ini telah berakhir. Ah, Qing Wu, sebelum aku mati biarkan aku mendengar suaramu lagi......

Tidak pahit...... Qing Wu, kau kepahitan tapi malah tidak merasakan pahit itu. Saat ini...... Aku sangat merasa pahit penuh dengan penyesalan!




                                                                                                                                                Selanjutnya

Post a Comment

0 Comments